Senin, 14 Desember 2015

Subhan dan Iqbal Qari Siswa SMK 1 Bontang , Mengolah Buah Tumbuhan Liar Jadi Baterai

Peluang mengolah energi alternatif semakin banyak. Para engineer muda terus berlomba lewat Karya Ilmiah Remaja (KIR), tapi mungkinkah temuan mereka berguna bagi orang banyak di saat pemerintah daerah justru lebih semangat mendengungkan energi nuklir.

SUKRI SIKKI, Samarinda
Subhan dan Iqbal Qari Siswa SMK 1 Bontang

FESTIVAL Kimia yang dihelat 27–29 November 2015 di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menampilkan temuan-temuan baru. Kegiatan serupa sudah berkali-kali digelar berbagai perguruan tinggi, baik level provinsi maupun nasional, bahkan internasional. Festival di Polnes melombakan tiga kategori.

Yaitu Lomba Olimpiade Chemical Engineering (Lonceng) untuk pelajar SMA/SMK, Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk pelajar SMA/SMK, dan lomba Mading 3D untuk mahasiswa Polnes dan SMA/SMK se-Kaltim. Salah satu karya terbaik engineer muda di ajang tersebut adalah energi alternatif dari buah tumbuhan liar, persembahan Muhammad Rahmat Subhan dan Abdi Mursyid dari SMK 1 Bontang.

Buah yang diteliti Subhan dan Abdi belum familier, sehingga tidak diketahui nama bakunya. Orang Bugis menyebutnya buah kape. Jenis pohon itu banyak tumbuh di lingkungan SMK 1 Bontang. Karena belum jelas nama bakunya, sehingga diberi nama “buah suqri”. Nama itu diambil dari akronim Subhan dan Iqbal Qari.

Buah itu berbentuk bulat, berwarna hijau kekuning-kuningan, dan banyak mengandung air. Kulitnya tebal, biji lonjong, dan daging buahnya bening. Kedua siswa SMK 1 Bontang itu awalnya iseng dengan buah tersebut ketika menemukannya di halaman laboratorium sekolahnya.

Namun sayang, Iqbal Qari tidak melanjutkan keisengannya ke meja penelitian. Akhirnya, Abdi Mursyid dan Subhan yang menghubungkannya dengan energi alternatif sesuai pelajaran elektrokimia dan analisis kimia dasar yang mereka dapat di sekolah.

Jadilah KIR berjudul “Pemanfaatan Buah Suqri sebagai Energi Alternatif” di bawah bimbingan Wahyu Juli Hastuti. KIR tersebut memenangkan lomba TTG tingkat SMA/SMK di Polnes akhir November lalu. Subhan dan Abdi meneliti kandungan buah itu dengan mengaplikasikannya menjadi baterai.

Mereka menggunakan analisis seperti pada penelitian dalam karya tulis energi alternatif yang dihasilkan dari biji nangka. Metode itu tahun lalu dibuktikan Ilham Rahmat Zarkasih di ajang Pekan Fisika di Universitas Mulawarman. Ilham, kakak kelas Subhan dan Abdi berhasil mengolah biji nangka menjadi energi listrik arus searah atau direct current (DC) dengan tegangan lebih dari 5 volt.

Nah, buah suqri ternyata juga mampu menghasilkan energi sesuai standar minimal baterai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa buah tersebut bisa menghasilkan energi listrik sebesar 5 volt arus DC.

Juli Astuti, guru pembimbing Subhan dan Abdi menuturkan, energi alternatif yang dihasilkan dari buah suqri diharapkan dapat menjadi sumber energi terbarukan. Di samping itu, dengan semakin banyaknya temuan energi alternatif akan meningkatkan kreativitas pelajar dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.

Ini juga diharapkan memberikan wacana bagi masyarakat bahwasanya energi listrik dapat dibuat dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Listrik bukan semata diperoleh dari sumber daya alam yang tak dapat diperbarui, seperti batu bara dan migas.

KIR juga diharapkan memberikan wacana bagi pemerintah tentang sumber daya listrik alternatif, sehingga mengurangi konsumsi sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Subhan dan Abdi melakukan penelitian di Laboratorium Kimia Dasar SMK 1 Bontang, 25 Oktober hingga 31 November.

Estimasi biaya yang diperlukan hanya sekitar Rp 3.000. Yaitu kabel Rp 1.000, lampu LED Rp 1.000, dan tembaga Rp 1.000. “Baterai bekas dan buah suqri gratis,” ujarnya.

Langkah–langkah pembuatan energi alternatif ini diawali dengan mengeluarkan biji buah lalu blender hingga halus. Keluarkan isi baterai bekas lalu bersihkan. Kemudian, isi baterai tadi dengan buah yang sudah diblender. Hubungkan penjepit dengan tembaga, hubungkan penjepit dengan pinggiran baterai, rangkai kabel, penjepit, tembaga, dan buah suqri sebanyak enam selongsong. Buat kotak rangkaian dan hubungkan rangkaian dengan lampu LED (light emitting diode).

Hasil dari penelitian itu adalah terbentuknya energi alternatif. Yaitu energi listrik yang dihasilkan dari buah suqri dengan tegangan lebih dari 5 volt. Sehingga sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai baterai. “Kami yakin, apabila selongsong dari baterai itu ditambah, bisa digunakan sebagai charger HP atau power bank,” kata Subhan.

Namun, untuk mengembangkan lebih lanjut temuan itu perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai sumber energi alternatif lainnya, sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemungkinan-kemungkinan lain tentang baterai yang berasal dari sumber energi alternatif.
Share This

Contact Us

So you think we’re the right folks for the job? Please get in touch with us, we promise we won't bite!



Designed By Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates