Kamis, 29 Oktober 2015

( #Samarinda ) 4 Mahasiswa Mesum Tidur Seranjang Digerebek Tengah Malam, Begini Jadinya

4 Mahasiswa Mesum Tidur Seranjang Digerebek Tengah Malam, Begini Jadinya

SAMARINDA – Sebanyak 4 mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Balikpapan kepergok tidur seranjang dalam kamar hotel melati di Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka digerebek tengah malam karena diduga pesta seks di dalam kamar.

Saat digerebek, 2 pasangan mahasiswa mesum itu mendadak pucat pasi. Seorang mahasiswa berdiri di samping pintu kamar. Sementara tiga lainnya duduk di ranjang. Mahasiswa laki-laki tidak mengenakan baju duduk berdampingan dengan pasangannya yang tampak mengenakan selimut.

Empat mahasiswa yang digerebek itu berinisial Aa dan Ri (pria), serta Sp dan Ar (wanita). Semuanya berusia 18 tahun, kecuali Ri setahun lebih tua. Empat mahasiswa mesum itu tertangkap basah di salah satu kamar hotel melati, Minggu (25/10) sekitar pukul 00.05 Wita.

Sp dan Ar sehari-harinya mengenakan hijab. Namun, saat berada di dalam kamar bersama dua teman prianya, dua mahasiswi cantik itu melepas jilbab dan hanya mengenakan selimut. Saat hendak dibawa ke kantor polisi, Sp dan Ar pun kalang kabut memasang hijabnya.

“Kami tidak melakukan apa-apa. Kami dari Balikpapan habis menghadiri undangan kampus di sini. Karena kemalaman menginap di sini (hotel melati, Red),” ujar Aa coba berkilah di depan polisi.

Ri menambahkan, sebenarnya mereka menyewa dua kamar bersampingan. Namun Sp dan Ar ketakutan tidur berdua, akhirnya mereka ikut menemani.

“Ya kami temani tidur di kamar itu,” tutur Ri sambil cengar-cengir menahan malu di depan polisi, seperti dilansir Samarinda Online, Senin (26/10/2015).

Namun polisi tak begitu saja mempercayai pengakuan 4 mahasiswa itu. Selain karena kedapatan tidur seranjang di kamar hotel, 4 mahasiswa itu juga tak bisa menunjukkan bukti memiliki ikatan resmi. Mereka pun diangkut ke Mapolsekta Samarinda Ulu.

Di hotel yang sama, polisi juga menggaruk Bs (20), warga Kutai Kartanegara (Kukar). Bs didapati bersama seorang wanita muda berperawakan gemuk, di kamar di lantai dua hotel. Tak seperti pasangan muda-mudi lain, Bs jujur mengakui hendak berbuat mesum.

“Saya ketemu cewek itu di Jalan Gadjah Mada dan mau saya ajak begituan. Tadi sudah disepakati biayanya Rp 200 ribu dan uangnya saya kasihkan, terus sudah bayar kamar juga Rp 175 ribu,” ujar Bs.

Ada juga mahasiswi lain, berinisial Dy yang kedapatan sekamar bersama seorang satpam, Ad (23).

“Siap ndan, saya dari Balikpapan,” ucap Ad dengan sikap tegap saat tahu jika yang berdiri di depan pintu kamarnya adalah polisi.

“Saya sekuriti mal. Ke sini jalan sama pacar saya (Dy, Red),” imbuhnya.

Saat ditanya keberadaanya sekamar dengan wanita yang bukan muhrimnya, Ad tak bisa menjawab. Dia hanya senyum-senyum saja. Sementara Dy yang mengenakan hijab dan mengaku warga Penajam Paser Utara (PPU) menutup wajah dengan masker untuk menghindari sorotan kamera.

Total malam itu anggota Polsekta Samarinda Ulu mengamankan delapan pasangan yang tak bisa menunjukkan buku nikah yang menandakan mereka pasangan resmi.

Selanjutnya delapan pasangan muda-mudi itu digiring ke Polsekta Samarinda Ulu untuk diminta keterangan. Mereka juga diapelkan di halaman kantor polisi Jalan Juanda dan diberi arahan oleh Waka Polsekta Samarinda Ulu AKP Dhadhag Anindito beserta Kanit Reskrim Ipda Teguh Wibowo.

“Razia ini sebagai upaya kami menjaga keamanan jelang Pilkada Samarinda. Ini juga sebagai antisipasi penyalahgunaan hotel untuk tempat mesum dan wadah menggunakan narkoba,” jelas Dhadhag mewakili Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Yogie Hardiman.

Delapan pasangan yang terjaring razia diminta membuat surat penyataan tak mengulangi perbuatan mereka, sebelum dipulangkan polisi.
Share This

Contact Us

So you think we’re the right folks for the job? Please get in touch with us, we promise we won't bite!



Designed By Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates