Senin, 26 Oktober 2015

Harga Oksigen Meroket "Waspadai Aksi Borong oleh Spekulan"

Harga Oksigen

PALANGKA RAYA - Oksigen menjadi kebutuhan penting masyarakat Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya. Di tengah kabut asap yang semakin pekat selama tiga hari ini, aksi memburu oksigen terjadi sejak Senin (19/10) lalu. Kondisi ini berdampak pada langkanya harga oksigen. Kalau toh ada harganya meroket tajam.

Penjabat Gubernur Kalteng, Hadi Prabowo mengakui kebutuhan oksigen yang mendesak bagi masyarakat, makanya harus dicarikan solusi agar dapat diatasi.

“Saya minta Dinas Kesehatan (Dinkes) dapat membantu masyarakat untuk penyediaan oksigen,” jelas Hadi Prabowo dibincangi, Rabu (21/10).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kalteng, Suprastija Budi membenarkan memang masyarakat sekarang lebih membutuhkan oksigen. Terutama yang rentan penyakit, anak dan lanjut usia, namun menjadi kendala bagi pihaknya, di mana minta 5.000 hanya dikirim 400.

“Kemudian minta 4.000 belum ada jawaban. Oksigen memang tidak ada di beberapa daerah di Indonesia, jadi harus mencari untuk membelinya,” tegas Suprastija Budi.

Suprastija menegaskan akan mencarikan solusinya khusus penderita yang berisiko tinggi, karena dampaknya sangat meluas. “Solusi awal dengan adanya ruang khusus untuk oksigen, jadi yang membutuhkan dapat dibantu di ruangan tersebut,” jelasnya.

Kadinkes Kota Palangka Raya, Tiur Simatupang mengatakan akan membeli 100 oksigen portable, salah satu upaya dalam penanganan masalah asap ini. Selain itu tetap untuk pembagian masker dan tetesan mata.

“Kita masih ada 50.000 masker dan akan membeli lagi 50.000 untuk masyarakat. Ditambah Puskemas wajib buka 24 jam,” tegasnya.

Pantuan wartawan koran ini di beberapa apotek dan toko alat kesehatan di Kota Palangka Raya, menyatakan untuk pembelian oksigen meningkat tajam. Bahkan stok oksigen tidak ada lagi, karena diborong dalam jumlah banyak oleh spekulan untuk dijual lagi dengan harga tinggi.

“Sudah beberapa hari ini oksigen diborong masyarakat, jadi stoknya tidak ada lagi dan sudah mesan ke Banjarmasin,” ujar karyawan salah satu tempat penjualan oksigen.

Harga oksigen ukuran sedang yang biasanya hanya Rp 35 ribu kini melonjak menjadi Rp 40 ribu jika ada yang menjualnya. (alh/tur)
--http://sampit.prokal.co--
Share This

Contact Us

So you think we’re the right folks for the job? Please get in touch with us, we promise we won't bite!



Designed By Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates