Selasa, 14 Juli 2015

"UangTeman" Lebih Kejam dari Rentenir?

Awalnya aku hanya iseng membuka tautan yang dibagikan oleh seorang teman di dashboard FB-nya. Tidak dapat dipungkiri, judul berita yang dimuat oleh situs DailySocial ini tampak begitu menggoda "setelah 3 bulan beroperasi, UangTeman berencana untuk ekspansi". Sempat takjub, karena yang terpikirkan sama ku adalah istilah "UangTeman" itu seperti sebuah komunitas sosial yang tujuannya untuk saling bantu membantu antar anggota saat seseorang membutuhkan uang. Dan mungkin kalian pun akan berfikir sama saat pertama kali mendengar nama "UangTeman".

Yang membuat aku semakin penasaran adalah baru 3 bulan beroperasi "UangTeman" ini ingin memperluaskan usahanya (ekspansi), namun kondisinya aku belum mengetahui sama sekali apa itu "UangTeman".

Setelah membaca informasi tentang bagaimana cara kerjanya, dan akhirnya ku temukan suatu keganjilan. Ternyata "UangTeman" yang aku fikirkan bukanlah sebuah komunitas sosial, melainkan hanyalah pengelola jasa keuangan atau "Pemberi Pinjaman" dibawah payung hukum "PT Digital Alpha Indonesia".

Untuk lebih jelasnya mengenai cara kerja "UangTeman.com" berikut kutipan yang aku ambil dari DailySosial.

Untuk mendapatkan dana pinjaman, prosesnya terbilang mudah. Sebelum dana dicairkan melalui transfer bank, peminjam cukup mengisi formulir yang ada di situs UangTeman. Data tersebut nantinya akan evaluasi melalui algoritma sistem credit scoring and fraud yang memanfaatkan teknologi big data, yang merupakan proprietary teknologi UangTeman. Jika aplikasi diterima, pihak uang teman akan melakukan proses verifikasi kembali.

“Di awal kami tidak akan meminta dokumen apapun (seperti slip gaji dan lainnya), karena sistem yang akan mengevaluasi. Tapi di akhir kami akan melakukan verifikasi kembali dengan melakukan pengecekan data-data tersebut, seperti dengan kunjungan rumah misalnya,” ujar Head of Credit Risk Management UangTeman, Rio Quiserto.

Syarat yang harus dipenuhi untuk mengajukan pinjaman melalui UangTeman yaitu, berdomisili dan memiliki KTP Jabodetabek, usia minimal 21-65 tahun, memiliki penghasilan setidaknya Rp 3 juta dan memiliki rekening bank atas nama pribadi. UangTeman menawarkan jumlah pinjaman minimal sebesar Rp 1,5 juta dan maksimal sebesar Rp 2 juta. Minimal lama peminjaman adalah 10 hari dan maksimal adalah 30 hari dengan suka bunga pinjaman rata-ratanya adalah 1 persen per hari.

Bagi aplikasi peminjaman yang ditolak, UangTeman memberikan jangka waktu selama 3 bulan sebelum peminjam dapat mengajukan peminjaman kembali jika memang terdapat perubahan data.


Sekarang coba kalian perhatikan yang aku Bold diatas. Itu, merupakan bunga pinjaman yang besarnya 1% per hari. Dapat dikatakan juga, bunga tersebut cukup besar untuk sebuah pinjaman. Kalau saja, hari ini "aku" meminjam uang di "UangTeman" dengan nominal maksimal 2juta selama 30 hari, maka total bunga yang harus aku bayar adalah berkisar Rp 695.698 (30%) pada tanggal 11 Agustus 2015.

Tentu saja bunga 30% yang harus aku bayarkan dengan masa pinjaman hanya 1 bulan saja, sudah melampaui bunga Rentenir yang biasanya berkisar 20% per bulan (*pengalaman).

Sungguh bukan suatu solusi yang bijak ketika seseorang amat sangat membutuhkan dana segar. Biasanya yang membutuhkan pinjaman 1,5-2 jt itu adalah masyarakat kecil dengan keperluan mendadak seperti sakit, bayar uang cicilan kredit motor, bayar sewa rumah/kios bulanan, bayar uang sekolah, dll. dengan bunga yang segitu besar, yang ada mereka makin terlilit dengan hutang. Dan yang lebih miris nya adalah dalam waktu 3 bulan saja sudah ribuan orang dengan kondisi terdesak telah mengajukan pinjaman di "UangTeman".

Lantas bagaimana sebaiknya??? Sedangkan "saya" sangat membutuhkan uang!

Cara terbaik adalah jangan pernah meminjam, jika memang itu tidak bisa dihindari lagi maka coba hubungi saudara, keluarga atau daftar teman yang ada di daftar alat komunikasi kita. Kalau untuk pinjaman kecil dengan masa pengembalian hanya sekitar 1 bulan saja, aku yakin banyak saudara, keluarga, ataupun teman yang rela membantu dengan memberi pinjaman kepada kita tanpa meminta bunga. Bahkan mungkin mereka akan lebih mengerti dengan kondisi kita yang sedang kesulitan dan biasanya akan memberikan kelonggaran waktu untuk melunasi. Insya Allah.

Akhirnya postingan ini tidak ada unsur penyerangan/personal attack atau apapun namanya kepada pihak-pihak terkait disini. Ini hanyalah opini publik saja, dan sekedar memberikan wawasan kepada kita semua agar lebih bijak dalam membuat keputusan. Semua orang membutuhkan uang, dan tidak sedikit pula orang akan mengalami kondisi kesulitan uang. Maka jangan sampai upaya yang kita lakukan untuk mendapatkan pinjaman, malah menjadi beban dikemudian hari. Ingat bunga 30% bukanlah jumlah yang kecil.
Sumber : Kompasiana
Share This

Contact Us

So you think we’re the right folks for the job? Please get in touch with us, we promise we won't bite!



Designed By Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates