Kamis, 09 Juli 2015

Sudah Amankah PEMBALUT Kamu Bunda? Simak Bahayanya Klorin dan Dioksin pada Pembalut

Baru baru ini heboh kabar seputar hasil penelitian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) yang menemukan bahwa 9 merk pembalut diduga mengandung klorin, Dari kemarin kabar ini beredar sangat luas melalui media sosial di indonesia. Nah sebenarnya apa sih klorin dan dioksin itu? Apa saja bahayanya untuk kesehatan? Mari disimak Informasi menarik yang dilansir dari detik health berikut ini



Tak heran jika temuan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) tentang pembalut berbahaya menghebohkan banyak orang. Istilah-istilah yang menyertai kehebohan itu memang bukan konsumsi awam, termasuk klorin dan dioksin.

Ahli farmakologi dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Prof Zullies Ikawati, Apt menjelaskan bahwa klorin merupakan berbagai senyawa yang mengandung klor (Cl). Dalam keseharian, klorin ditemukan dalam berbagai bentuk.

"Air berkaporit itu termasuk klorin, namanya Kalsium Hipoklorit. Buat memutihkan baju, B*yclin itu juga mengadung klor," terang Prof Zullies, saat dihubungi detikHealth, Rabu (8/6/2015).

Di bidang industri, senyawa klorin digunakan antara lain untuk proses memutihkan (bleaching) pulp atau bubur kertas. Namun di negara-negara maju, penggunaan klorin sebagai pemutih sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan bahan lain yakni Hidrogen Peroksida (H2O2).
Salah satu alasan klorin ditinggalkan, antara lain karena menghasilkan byproduct atau hasil samping berupa dioksin. Dalam berbagai penelitian pada hewan uji, senyawa dioksin bersifat racun. Dampaknya beragam, termasuk pada sistem reproduksi dan risiko kanker.
Dari berbagai jenis senyawa dioksin, 2,3,7,8-Tetrachlorodibenzo-p-dioxin (TCDD) disebut sebagai senyawa yang paling poten memberikan dampak bagi kesehatan.

Dalam kaitannya dengan pembalut dan pantyliner, klorin digunakan untuk memutihkan pulp yang merupakan bahan pengisi dalam produk-produk tersebut. Proses pemutihan dengan klorin berisiko menghasilkan dioksin. Meski begitu, temuan klorin tidak serta-merta menunjukkan keberadaan senyawa racun dioksin.

"Paling tidak, proses pemutihan bahan-bahan untuk pembalut masih pakai klorin. Itu faktanya," kata Prof Zullies.


Lantas bagaimana dengan isu seputar 9 merk pembalut yang mengandung klorin? Benarkah berbahaya? Setidaknya tadi ada berita dari kemenkes yang menjamin bahwa Pembalut dan Pantyliner yang beredar aman digunakan. berikut kutipannya

"Klorin itu berbahaya jika termakan atau terminum. Jadi klorin itu dilarang digunakan dalam makanan dan minuman," tutur Dra Maura Linda Sitanggang, Apt, PhD, Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes, di rumah dinas Menteri Kesehatan, Jl Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).

Dengan kata lain, dra Linda mengatakan bahwa pembalut yang saat ini beredar aman digunakan. Ia juga meluruskan soal Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No 472/1996 yang dikatakan melarang penggunaan klorin karena bersifat racun dan iritan.

Dijelaskan Linda bahwa Permenkes tersebut dimaksudkan untuk melarang penggunaan klorin dalam pembuatan obat dan makanan. Soal temuan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Linda beranggapan bahwa mungkin saja yang dimaksudkan adalah dioxine.

"Kalau klorin selama tidak tertelan ya tidak berbahaya. Mungkin yang dimaksud adalah dioxine, karena dioxine mudah menguap dalam suhu panas. Ini yang bisa menyebabkan kulit iritasi dan kanker," ungkapnya.

Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek mengatakan bahwa soal iritasi dan gatal-gatal akibat pembalut merupakan kasus individual. Artinya kasus ini hanya terjadi pada beberapa orang dan bukan akibat dari kesalahan suatu produk.

"Jadi masyarakat tenang saja. Pembalut yang sekarang beredar di masyarakat sudah lulus tes dan aman digunakan," tuturnya di kesempatan yang sama.

Bagaimana tanggapan anda?

Sumber : Detikhealth.
Share This

Contact Us

So you think we’re the right folks for the job? Please get in touch with us, we promise we won't bite!



Designed By Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates