Senin, 20 Juli 2015

Salut!! Anak Muda ini Keliling Indonesia Perbaiki Hidup Orang Miskin Agar Kaya

Film The Motorcycle Diaries menginspirasi Aldi Haryopratomo untuk melakukan perjalanan serupa. Dengan satu tas dan satu tenda kecil untuk tidur, dia berkeliling Indonesia dan Vietnam dengan sepeda motor.

Pengalaman ini ia jalani pada 2007. Tapi, tak seperti Che Guevara yang merencanakan sebuah revolusi, Aldi melihat bagaimana pinjaman mikro bisa memperbaiki hidup jutaan orang miskin di pedesaan dua negara tersebut.

Lebih tepatnya, pengusaha muda itu berusaha mencari cara terbaik untuk memberikan pinjaman pada orang-orang yang membutuhkannya.

Saat itu Aldi bekerja di perusahaan pinjaman mikro asal Amerika Serikat, tapi pengetahuan yang ia dapatkan dari perjalanan tersebut menginspirasinya untuk memulai bisnis sendiri pada 2009.

Perusahaannya bernama Ruma. Kini sekitar 30 ribu perwakilan usaha di seluruh Indonesia menghasilkan uang lewat telepon seluler mereka.

Lewat aplikasi Ruma pada ponsel, penggunanya bisa membayar listrik, membayar pinjaman, dan mengecek lowongan kerja.

Perwakilan usaha mereka, atau para "agen" biasanya adalah pemilik warung.


Jadi, di wilayah perdesaan, tempat yang disebutkan Bank Dunia hanya 16 persen orang memiliki akses ke internet, seseorang bisa membayar tagihan listrik mereka secara online lewat agen Ruma terdekat.

Ruma kemudian mengenakan sedikit biaya administrasi yang kemudian dibagi antara mereka dan agen.

Sekitar 1,5 juta orang kini bisa mengakses layanan mereka.

Awal Mula

Aldi Haryopratomo, 32, lahir dan besar di Jakarta.

Meski berasal dari keluarga berada, sikap hidupnya terbentuk sejak masa kanak-kanak karena sering bermain dengan anak-anak dari latar belakang miskin.
"Saya dibesarkan di kompleks perumahan pemerintah, tapi di sekitarnya kampung-kampung," katanya.

"Saya bermain dengan orang-orang dari kampung...meski saya besar di keluarga kelas menengah. Pengalaman berada di dua dunia itu benar-benar membentuk pribadi saya."

Aldi, yang tumbuh bersama satu saudara laki-laki, juga menyebut ayah dan ibunya punya pengaruh besar. Mereka bukan hanya orang tua, tapi juga "mentor".

"Ayah saya bekerja membangun infrastruktur buat Indonesia, membuat jalan. Beliau sangat percaya bahwa jalanlah yang akan berdampak sangat besar untuk Indonesia...dia sering membahas pekerjaannya," kata dia.


"Saya terus mencari cara bagaimana hidup saya bisa berdampak besar seperti ayah saya."



Setelah sekolah di Jakarta, Aldi melanjutkan ke Amerika Serikat untuk kuliah ilmu komputer di Purdue University, Negara Bagian Indiana.

Usai lulus, dia bekerja sebagai konsultan keamanan komputer untuk firma Ernst and Young.

Aldi lalu bekerja di bisnis pinjaman kecil Kiva. Pekerjaan inilah yang membuatnya berkeliling dengan motor di Indonesia dan Vietnam.

Dia lalu mengambil gelar magister administrasi bisnis di Harvard Business School di AS dan kembali ke Indonesia untuk meluncurkan Ruma.

Pendanaan untuk proyek ini berasal dari beberapa perusahaan di Silicon Valley dan salah satu bisnis besar Indonesia, Gunung Sewu Kencana.

Hidup dan Bisnis

Ruma kini mempekerjakan 512 orang, dua pertiganya berada di lapangan untuk bertemu dengan para agen, dan sepertiganya bekerja dari kantor pusat mereka di Jakarta.

Menurut Aldi, stafnyalah yang paling berperan dalam kesuksesan perusahaan tersebut.
"Nasihat untuk siapapun yang mau melakukan hal yang bermakna, kelilingilah diri Anda dengan orang-orang yang juga melakukan hal bermakna," katanya.

"Lebih mudah untuk mengangkat diri Anda dan membangun sebuah tim jika Anda berada di sekitar orang-orang yang bersemangat akan apa yang mereka lakukan. Di Ruma saya punya tim besar yang setiap orangnya mau mengubah dunia."

Sedemikian percayanya dengan para karyawan, dalam dua hari setiap minggunya, Aldi menitipkan kantor pada para pegawai supaya dia bisa mengulangi lagi perjalanan ala The Motorcycle Diaries, naik motor ke desa-desa di Pulau Jawa.

Aldi mengunjungi langsung agen dan pelanggannya. Langkah ini penting ia lakukan untuk menguatkan firasat yang menjadi bagian penting dari proses pengambilan keputusan.

"Supaya bisa dapat pemahaman yang tepat, kita harus duduk dengan pelanggan biar mengerti cara mereka berpikir, perasaan mereka, dan apa yang mereka butuhkan," katanya.

Tips Buat Wirausahawan Muda?

Menurut Aldi, anak muda ambisius yang ingin membawa perubahan positif pada dunia tak perlu berpikir mereka harus membuat bisnis sendiri.
"Jangan berpikir untuk menjadi entrepreneur, tapi kita harus berpikir untuk menyelesaikan masalah dan bersemangat tentang isu tersebut," katanya.

"Kewirausahaan itu hanya satu cara untuk menyelesaikan masalah. Sayangnya, dunia sangat mengelukan kewirausahaan, padahal orang-orang yang bekerja keras dalam timlah yang seharusnya mendapat penghargaan."

Kerja dan Keluarga

Di tengah tekanan mengelola perusahaan, Aldi menyempatkan waktu setiap paginya untuk berjalan di taman bersama istri dan anak kembar mereka.


"Disiplin dalam menyediakan waktu untuk keluarga dan pekerjaan itu sangat penting," katanya.

"Saya berbicara dengan si kembar tentang pekerjaan saya seperti layaknya saya berbicara dengan orang dewasa. Jalan pagi itu adalah sesi terapi saya," katanya.(bbc)

Share This

Contact Us

So you think we’re the right folks for the job? Please get in touch with us, we promise we won't bite!



Designed By Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates