Senin, 27 Juli 2015

Menguap Belum Tentu Ngantuk, Fakta Tentang Menguap Yang Jarang Anda Ketahui


Anda tahu mengapa orang menguap? tanda mengantuk? tidak selamanya. Seperti dilansir media Jerman, dw.de, di bawah ini penjelasan arti orang menguap yang patut Anda ketahui.

Menguap Setiap Hari

Orang menguap lima sampai sepuluh kali per hari, jadi 240.000 sampai 250.000 kali selama hidup.

Manusia dan hewan menguap spontan terutama setelah bangun tidur dan sebelum tidur di malam hari.

Bayi dalam kandungan juga bisa menguap, yaitu mulai minggu ke-11.

Bukan Tanda Mengantuk

Berbeda dengan dugaan kebanyak orang, menguap bukan tanda mengantuk, melainkan untuk menurunkan suhu otak.


Seperti halnya komputer, otak manusia berfungsi lebih baik jika suhunya tidak terlalu tinggi. Jika sedang mengantuk orang menguap.

Tetapi setelah tidur pulas dan cukup lama orang juga menguap. Penyebabnya, dalam dua situasi ini, suhu otak lebih tinggi daripada dalam situasi lain.

Tidak Berkaitan dengan Kurangnya Oksigen

Berbeda dengan pendapat umum, kurangnya oksigen dan karbon dioksida pada darah tidak berpengaruh pada keinginan untuk menguap.

Menurut penemuan terakhir, menguap adalah reaksi tubuh untuk menurunkan suhu otak.

Menurut Andrew Gallup, psikolog di State University New York, suhu otak sangat mudah meninggi. Untuk menurunkannya, orang menguap.


Takut dan Stres Juga Penyebab

Takut dan stres juga menyebabkan suhu otak naik. Demikian Gallup. Dengan menguap, otak bisa kembali berfungsi lebih baik.

Ini bisa jadi penjelasan, mengapa orang kadang menguap, dalam situasi yang tidak terduga, misalnya ketika seorang penerjun payung bersiap untuk terjun. Atau jika orang menghadapi situasi lain yang menyebabkan stres.

Bisa 'Menular'

Menguap bisa "menular". Tapi ini hanya berfungsi, jika seseorang punya empati yang cukup tinggi.

Anak kecil serta orang yang menderita autisme atau skizofrenia tidak terpengaruh jika orang lain di dekatnya menguap.

Jadi "tertular" ketika orang lain menguap bisa menjadi tanda empati. Demikian hasil penelitian ilmuwan di universitas Pisa.


Ruangan Dingin Cegah Menguap

Kesimpulan tentang fungsi menguap yang menurunkan suhu otak bisa digunakan untuk hal-hal praktis.

Misalnya jika orang tidak berhenti menguap ketika sedang bekerja. Dalam situasi itu orang mungkin bisa menyalakan pendingin ruangan, kata Gallup.

"Jika sejuk orang tidak menguap terlalu sering." Sebaliknya, para peneliti menemukan, di musim panas dengan suhu udara tinggi, orang lebih sering menguap.

Bukan Manusia Saja

Menguap lamanya sekitar enam detik. Dan bukan manusia saja yang menguap.

Hampir semua jenis hewan vertebrata, atau hewan yang memiliki tulang belakang, juga menguap.


Punya Fungsi Sosial

Menurut Gallup, menguap bisa juga punya fungsi sosial. Lewat percobaan dengan empat ekor burung bayan diketahui bahwa jika dalam sebuah kelompok tiap anggotanya menguap, berarti semua sigap menghadapi bahaya.

Menguap bisa jadi metode memperkuat diri dari serangan musuh.

Lewat percobaan dengan simpanse diketahui, menguap antar anggota keluarga lebih "menular" daripada dengan anggota kelompok lain. (dw.de)
Share This

Contact Us

So you think we’re the right folks for the job? Please get in touch with us, we promise we won't bite!



Designed By Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates