Selasa, 14 Juli 2015

4 Jenis Toko Online yang Perlu Kita Ketahui

Suka berbelanja online? Entah itu di toko online seperti Blibli dan Lazada, atau di lapak-lapak online yang bertebaran di Kaskus, Facebook, bahkan Instagram. Walaupun sama-sama toko online, ternyata mereka berbeda, lho. Yuk, cari tahu 4 jenis toko online yang perlu kita tahu ini.
Kenapa kita harus tahu keempat jenis toko online ini? Supaya kita tahu apa resikonya saat berbelanja. Apa yang harus dilakukan saat kiriman barang enggak sesuai dengan pesanan. Atau saat barang yang kita pesan enggak kunjung datang. Sampai saat ini, jenis toko online yang beroperasi di Indonesia ada 4 jenis ini, nih.

Tak perlu khawatir, kini Anda dapat menemukannya di sejumlah akun home living di Media Sosial berikut ini lanjutannya.
Untuk para idealovers yang ingin mencari furnitur atau pernak-pernik cantik untuk rumah tapi malas beranjak? Tak perlu khawatir, kini Anda dapat menemukannya di sejumlah akun home living di Media Sosial berikut ini.

1. Iklan Baris/Classified

Pernah buka atau dengar yang namanya olx.co.id? Yup, dulunya bernama Toko Bagus, toko online ini adalah contoh e-commerce jenis classified . Selain itu, ada juga Berniaga.com, dan FJB Kaskus yang cukup dikenal di kalangan orang yang aktif belanja online.

Toko hanya menyediakan tempat berjualan
Ini adalah bentuk yang paling sederhana dari usaha e-commerce yang ada. Ciri khasnya adalah penyedia jasa e-commerce enggak terlibat secara langsung dalam proses jual beli. Pihak toko online hanya menjadi media yang mempertemukan antara penjual dan pembeli dalam satu tempat. Toko online hanya mendapatkan keuntungan dari iklan premium yang terpasang pada website -nya.

Siapa saja bisa berjualan
Di toko online ini, siapa saja yang ingin menjual barang yang dimilikinya bebas melakukan kapan dan dimana saja secara online. Umumnya, para penjual menjual barang bekas atau yang jumlahnya terbatas. Walaupun banyak juga yang menjual barang baru.

Cara pembayaran
Karena pembayarannya langsung ke penjual, kita harus sangat hati-hati saat bertransaksi dengan penjual di toko online ini. Karena, enggak ada perlindungan dari pemilik e-commerce kepada pembelinya. Jadi, kita yang harus benar-benar meneliti, dengan siapa kita bertransaksi.

Cara pembayaran COD alias Cash on Delivery sangat disarankan. Maksudnya, pembayaran dilakukan saat barang dikirim. Yang memungkinkan kedua pihak bertemu untuk bertransaksi. Kalau memang harus transfer, selidiki dulu reputasi penjual. Jangan tergiur sama harga murah yang ditawarkan, soalnya toko online jenis ini rawan penipuan.

2. Sosial Media Shop

Jenis toko online ini yang paling banyak kita temui, seiring perkembangan sosial media yang makin mnjamur. Saat ini sosial media shop paling banyak ditemui di Facebook, tapi belakangan makin bertambah juga toko online yang menggunakan Instagram dan Twitter.

Transaksi di toko online jenis ini langsung ke penjual. Jadi jaminan keamanannya amat tipis, karena penjual bisa saja penjual perorangan yang enggak berbadan hukum. Atau bisa juga punya niat buruk untuk menipu.

Cara pembayaran
Sebelum memutuskan untuk membeli, perhatikan reputasi penjual, seperti melihat bukti testimonial dari pembeli lain, Tanya teman lain yang pernah membeli, atau browsing nama toko online tersebut dengan keywords 'pengalaman belanja di (nama akun toko online).' Siapa tahu ada yang pernah memuji atau justru menceritakan pengalaman buruk. Dan kalau bisa, gunakan mode pembayaran COD.

3. Marketplace C2C (Customer to Customer)

Sepintas, bentuknya enggak berbeda sama toko online classified. Tapi, di toko online jenis ini, pengelola juga memberikan layanan metode pembayaran dari transaksi online yang dilakukan. Ini yang menjadi ciri utama dari bentuk bisnis e-commerce Marketplace C2C. Pada umumnya pihak e-commerce akan memberikan layanan Escrow atau rekening pihak ketiga.

Cara pembayaran
Fungsi Escrow ini, menjadi jembatan antara penjual, pembeli dan pihak e-commerce. Kalau sudah terjadi kesepakatan pembelian, pembeli harus mentransfer uang kepada pihak escrow. Baru setelah uang dikonfirmasi masuk ke escrow, penjual bisa mengirimkan barangnya para pembeli. Dan setelah pembeli mengkonfirmasi kedatangan barang, maka pihak escrow akan memberikan uang nya ke penjual.

Toko online jenis ini jauh lebih aman. Dengan menggunakan jasa escrow kalau tiba-tiba terjadi masalah dengan barang, uang akan bisa segera dikembalikan pada pembeli.

Toko online apa saja?
Toko online apa saja sih yang masuk kategori ini? Ada Tokopedia dan Lamido. Toko online ini mendapatkan keuntungan dari iklan dan komisi dari jasa escrow. Kalau kita mau berjualan punya barang dengan jumlah yang cukup banyak, bisa mencoba menjualnya di toko online jenis ini. Pada situs Kaskus FJB (forum jual beli), ada jasa escrow yang lebih dikenal dengan nama Rekber atau rekening bersama. Tapi sifatnya opsional, tidak diwajibkan. Ini juga yang membuat Kaskus enggak masuk dalam toko online kategori ini.

4. Toko online B2C (Business to Consumer)

Toko online ini lebih fokus pada penjualan barang atau produk milik toko itu sendiri. Jadi biasanya punya koleksi barang yang sangat banyak, seperti belanja di toko beneran tapi sistemnya online. Misalnya Lazada, Bhineka, dan Berry Benka.

Toko online ini juga biasanya menawarkan banyak diskon, berbagai cara pembayaran yang aman, eksklusivitas penjualan, sampai delivery. Bahkan, ada juga toko online jenis ini yang memberikan layanan penukaran barang kalau apa yang kita pesan ternyata enggak cocok.

Untuk kelas dunia, bahkan ada toko online jenis ini yang bisa memberikan layanan supercepat dalam urusan delivery. JD.com asal Cina misalnya, bisa mengirimkan barang ke konsumen dalam waktu satu hari sampai hanya 3 jam.

Sumber : kawankumagz.com
Share This

Contact Us

So you think we’re the right folks for the job? Please get in touch with us, we promise we won't bite!



Designed By Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates